Imam Syafi'i, atau Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Syafiʿī, lahir di Ashkelon, Gaza, Palestina pada tahun 150 H / 767 M dan meninggal di Fusthat, Mesir pada 204H / 819 M. Ia adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri madzhab Syafi'i.

 

Leluhurnya termasuk dalam klan Quraisy dari Bani Muthalib, yang merupakan saudara dari klan Bani Hasyim, klan Nabi Islam Muhammad dan leluhur para khalifah Abbasiyah. Garis keturunan ini mungkin telah memberinya prestise, yang muncul dari suku Muhammad, dan kekerabatan kakek buyut Muhammad dengannya.

 

Imam Syafi'i lahir pada tahun yang sama dengan wafatnya Imam Abu Hanifah, yaitu pada tahun 150 Hijriyah. Walaupun ada cerita yang beredar mengenai hal ini, mayoritas ulama sepakat bahwa Imam Syafi'i lahir pada tahun tersebut.

 

Imam Syafi'i merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Islam dan kontribusi beliau dalam bidang fiqh dan hukum Islam sangatlah besar. Beliau dikenal karena keahliannya dalam memahami dan menerapkan hukum Islam, dan madzhab yang didirikannya, Madzhab Syafi'i, masih banyak diikuti oleh umat Islam hingga saat ini.