Imam Syafi'i, atau dengan nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi, lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H atau 767 M. Dia adalah keturunan bangsawan Quraysh dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Rasulullah SAW. Imam Syafi'i termasuk dalam Bani Muthalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi Muhammad SAW.
 
Pada usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dia sering disebut sebagai Syaikhul Islām dan dikenal sebagai salah satu dari empat Imam Sunni besar. Warisan Imam Syafi'i dalam masalah yuridis dan pengajaran akhirnya mengarah pada pembentukan mazhab fiqh Syafi'i. Dia juga dikenal sebagai murid Imam hadis awal yang paling menonjol, Malik bin Anas.
 
Imam Syafi'i merupakan seorang mufti besar umat Islam dan juga pendiri dari mazhab Syafi'i. Mazhab ini kemudian menjadi salah satu mazhab yang banyak diikuti oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.