Kebijakan Abu Nawas

 

Pada suatu hari, Raja Harun Al-Rasyid merasa bosan dan meminta Abu Nawas untuk menghiburnya. "Abu Nawas, ceritakanlah kisah yang belum pernah kudengar sebelumnya," ucap Raja.

 

Abu Nawas tersenyum dan mulai bercerita, "Baiklah, Paduka. Kisah ini berjudul 'Seekor Kucing yang Bijaksana'."

 

"Di sebuah kampung, hiduplah seekor kucing yang bijaksana. Kucing ini dikenal karena kecerdasannya dalam memecahkan masalah. Suatu hari, kampung tersebut diserang oleh sekelompok tikus yang merusak persediaan makanan. Penduduk kampung merasa putus asa, namun kucing bijaksana itu memiliki rencana.

 

Kucing tersebut meminta semua penduduk kampung untuk memberinya sepotong keju. Meski bingung, mereka menurutinya. Kucing itu kemudian mengumpulkan semua potongan keju dan meletakkannya di tengah kampung. Tak lama, tikus-tikus itu keluar dari persembunyiannya, tergoda oleh aroma keju.

 

Saat tikus-tikus itu asyik makan, kucing bijaksana itu dan penduduk kampung menangkap mereka. Sejak hari itu, kampung tersebut bebas dari gangguan tikus, dan kucing bijaksana itu dihormati dan dicintai oleh semua penduduk kampung."

 

Raja Harun Al-Rasyid terkesan dengan cerita tersebut dan merasa terhibur. "Terima kasih, Abu Nawas. Kau memang pandai bercerita. Aku merasa lebih baik sekarang," ucap Raja sambil tersenyum.

 

Abu Nawas menunduk hormat, "Saya senang bisa membantu, Paduka."

 

Dan sejak hari itu, kebijakan dan kecerdasan Abu Nawas semakin diakui oleh Raja dan seluruh kerajaan.

 

 

 

Semoga Anda menikmati cerita ini, M Zamzam Satrul Jamil R! Apakah ada cerita lain yang ingin Anda dengar?